Waspada, Bahaya Terlalu Banyak Gula Bagi Anak

Konsumsi gula berlebih diketahui membawa berbagai efek buruk pada kesehatan nanti. Tetapi pada anak-anak, asupan gula berlebih dapat memiliki dampak yang lebih cepat pada perkembangan mereka.

Hal ini terungkap dalam studi hewan yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Teknologi Queensland (QUT) di Frontiers Journal dalam Neuroscience. Meskipun dilakukan pada hewan, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran umum tentang dampak gula terhadap anak-anak.


Dalam studi, hewan tikus sebagai percobaan diberikan asupan sukrosa atau gula setiap hari. Tikus yang mendapatkan asupan Sukrose sedikit, memiliki risiko lebih kecil terhadap masalah kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat membuat anak lebih berisiko terkena obesitas dan hiperaktif. Anak-anak juga memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami gangguan kognitif pada usia dewasa.

Menurut American Heart Association (AHA), pria dewasa direkomendasikan untuk tidak mengonsumsi gula ekstra lebih dari 9 sendok teh atau sekitar 36 gram per hari. Pada wanita dewasa, batas yang disarankan kurang dari 6 sendok teh atau 25 gram gula tambahan per hari.

AHA juga mengeluarkan rekomendasi untuk kelompok anak-anak. Menurut rekomendasi, anak-anak harus mengkonsumsi kurang dari 6 sendok teh gula per hari untuk menjaga kesehatan jantung.

Meskipun ada rekomendasi seperti ini, faktanya menunjukkan bahwa masih banyak anak, remaja, orang dewasa yang mengonsumsi gula ekstra dengan berlebihan. Menurut ahli saraf QUT Profesor Selena Bartlett, anak-anak, remaja, dan orang dewasa di lebih dari 60 negara yang digunakan untuk mengkonsumsi hampir 100 gram gula tambahan per hari.

Profesor Bartlett sejauh ini belum diketahui dampak jangka panjang dari konsumsi kelebihan gula yang dimulai dari masa kanak-kanak terhadap proses kognitif dan hiperaktif. Studi terbaru yang dilakukan pada hewan mencoba tikus ini dianggap telah memberikan hasil yang menjanjikan.

Dalam penelitian ini, Profesor Bartlett dan tim memberikan asupan gula sejak mouse berusia lima minggu dalam jangka waktu 12 minggu. Akibatnya, tikus mengalami kenaikan berat badan dan menunjukkan stimulasi sistem saraf yang abnormal dan berlebihan pada akhir penelitian.

Data ini menunjukkan bahwa obesitas yang dipicu dengan asupan gula yang berlebihan dapat berperan dalam patogenesis gejala seperti ADHD. Pada anak-anak, konsumsi gula yang tinggi terkait dengan hiperaktif. Sedangkan pada orang dewasa, asupan gula yang berlebihan terkait dengan impulsif dan mudah terganggu.

Post a Comment

Previous Post Next Post