Pelaku Transportasi Dituntut Adopsi Sistem Digital


Pada era transformasi digital ini, pelaku usaha di sektor transportasi dan logistik di Indonesia dituntut untuk cepat beradaptasi. Digitalisasi sektor transportasi diharapakan dapat menjadi solusi untuk menghadapi masalah transportasi terutama di wilayah padat kendaraan. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan infrastruktur transportasi umum yang ada menjadi lebih tidak dapat diandalkan dan ramai, menyebabkan masyarakat memilih kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil yang menambahkan kepadatan jalan di Jakarta.

"Transformasi digital adalah keharusan untuk transportasi modern termasuk perusahaan yang bergerak dalam transportasi. Ini membutuhkan penggabungan solusi teknologi digital yang inovatif yang diperkenalkan ke sektor transportasi. Ini diikuti oleh pengembangan dan pengoperasian sistem transportasi pintar," katanya dalam pejabat. pernyataan pada hari Kamis (9/9).

Mengenali perlunya sistem transportasi cerdas yang aman, dijamin, dan mulus, PT NEC Indonesia, penyedia solusi telekomunikasi dan teknologi informasi mengembangkan portofolio solusi yang dapat membantu pemerintah mengelola kemacetan lalu lintas menggunakan teknologi seperti AI dan IOT.

Direktur Utama NEC Indonesia Joji Yamamoto mengatakan penggunaan teknologi mulai dari sistem manajemen armada untuk penyedia layanan transportasi bus, sistem kliring tiket yang memungkinkan penumpang hanya satu ketuk dan ketuk pada satu rute perjalanan meskipun mengubah mode transportasi, wajah Teknologi Pengakuan (Wajah Pengakuan) alih-alih tiket fisik yang dapat diintegrasikan dengan sistem tiket berbasis akun (ABT), dengan teknologi AI yang dapat menganalisis perilaku driver dalam mengemudi.

"Sistem transportasi pintar yang dapat digunakan oleh berbagai sektor, termasuk penerbangan, kereta api dan jalan raya. Solusi transportasi kami telah diterapkan oleh otoritas lokal di seluruh dunia yang meningkatkan infrastruktur mereka dengan tujuan meningkatkan pengalaman transportasi umum secara keseluruhan dan mendorong orang untuk pergi Kendaraan mereka di rumah dan beralih ke transportasi umum, "katanya.

Ketua, Big Data & AI Asosiasi (ABDI) Rudi Rusdiah menambahkan bahwa periode pandemi Covid-19 dapat menjadi pengemudi untuk mempercepat transformasi industri transportasi dan logistik digital, sebagai salah satu sektor paling penting selama pandemi.

"Inisiatif dalam mengeksplorasi dan memanfaatkan teknologi digital baru, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, data besar, dan Internet of Things (IOT) harus dilakukan untuk merevolusi dan mendorong integrasi proses teknologi teknologi digital," katanya.

Post a Comment

Previous Post Next Post